Minggu, 31 Mei 2009

sastra

Mengenal sastra…

WWW.Cakrawalasastra.blgpsot.com
Heany_h@yahoo.co.id

Sastra ialah tulisan indah yang dibuat oleh manusia, seperti buku-buku kuno atau bentuk-bentuk seni yang lain. Ada dua pengertian sastra yang dapat dijadikan pijakan kokoh untuk memahami apa yang dimaksud dengan sastra.
1. Sastra ialah ekspresi pikiran dan perasaan manusia, baik lisan maupun tulis, dengan menggunakan bahasa yang indah menurut konteksnya (Hutomo dalam Najid, 2003:5). Pengertian tersebut menunjukkan tiga hal penting yang menjadi ciri khas sastra, yaitu: sastra adalah ekspresi pikiran dan perasaan manusia, bentuk lisan dan tulis; serta penggunaan bahasa yang indah menurut konteksnya.
2. Pengertian sastra yang mendasarkan diri pada hubungan pengarang dengan teks, kenyataan dengan teks, dan teks dengan pembaca (Luxemburg dalam Najid, 2003:3).
Berdasar atas berbagai pengertian tersebut dapat ditarik benang merah tentang pengertian sastra yang fungsional, yaitu: Sastra ialah bentuk seni yang diungkapkan oleh pikiran dan perasaan manusia dengan keindahan bahasanya, keaslian gagasan, dan kedalaman pesan.
Dari pengertian sastra tersebut dapat ditarik beberapa pemikiran tentang penting sebagai berikut: Sastra adalah rekaman isi jiwa pengarangnya; Sastra adalah komunikasi khusus pengarang dengan pembacanya; Sastra adalah bentuk. Sebagai sebuah bentuk ia harus memiliki keteraturan dan memiliki pola; Sastra adalah alat penghibur, memberi rasa senang dan puas pada pembaca, dan memberi manfaat pada pembaca.
Pemikiran tentang pengertian sastra memberi inspirasi pada batasan mutu karya sastra. Karya sastra yang bermutu memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
1. Padu, Karya sastra yang baik menunjukkan adanya keteerpaduan unsur-unsurnya, keserasian antara bentuk, isi, bahasa, dan ekspresi pribadi pengarangnya.
2. merupakan penemuan dan pembaharuan. Penemuan mengacu pada bentuk yang sama sekali baru daripada bentuk-bentuk sebelumnya. Pembaharuan mengarah pada usaha pengarang dalam menciptakan rancang bangun yang berupa inovasi kreatifnya.
3. merupakan ekspresi pengarangnya. Hanya manusia yang jiwanya berisi saja yang mampu mengeluarkan sesuatu dari dalam dirinya.
4. merupakan penafsiran hidup. Karya sastra yang bermutu
Sastra sebagai ekspresi pikiran dan perasaan manusia menunjukkan bahwa sastra bukanlah hasil pekerjaan lamunan semata (fully imagination) dan bukan pula hasil pemikiran atau perenungan atas sebuah kejadian semata. Sastra adalah panduan antara dua kekuatan manusia, berpikir dan berasa. Sebuah fenomena yang menarik perhatian pengarang akan dicerna terlebih dahulu, diolah, dan disampaikan dalam bentuk baru dan rancangan bangun tertentu.
Lisan maupun tulis mengarah pada khasana sastra yang tidak sekedar berbentuk tulis saja namun ekspresi pikiran dan perasaan manusia dapat pula disampaikan dalam bentuk tuturan atau ujaran. Inilah yang nantinya akan menjadi sastra tulis (Literary) dan sastra lisan (Orality). Perbedaan dua khasana sastra ini yang utama pada objeknya saja. Sastra tulis cenderung memiliki objek yang relative mudah berubah.
Ungkapan pikiran dan perasaan manusia baik lisan maupun tulis yang disebut sebagi sastra harus disampaikan dengan bahasa yang indah menurut konteks. Aspek keindahan bahasa sastra dalam hal ini terikat erat dengan tataran ruang dan waktu, di mana dan kapan. Maksud pernyataan tersebut dapat dikaitkan dengan analogi berikut. Criteria kecantikan di sebuah kawasan atau daerah termasuk Negara akan senantiasa berbeda dengan kriteria kecantikan pada kawasan, daerah, Negara lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar